Penyebab Sariawan

Penyebab Sariawan – Sariawan adalah salah satu masalah mulut yang paling sering di alami oleh mereka yang kekurangan vitamin C dalam tubuh, penyakit sariawan atau lebih dikenal dalam dunia medis Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR). Penyebab sariawan sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor umum yang dapat menyebabkan seseorang mengalami sariawan.

Sariawan mungkin bukanlah penyakit yang serius, tapi jika sariawan ini tidak segera di sembuhkan secara cepat akan sangat mengganggu aktifitas penderita sariawan tersebut selain itu luka sariawan apabila terkena makanan yang mengandung rasa pedas akan menimbulkan sakit dan perih sehingga akan sangat menyulitkan ketika makan makanan yang kita sukai. Penyebab sariawan lainnya seperti dalam panas dalam dan stres. Untuk mengetahui secara pasti faktor penyebab sariawan, berikut akan kami jelaskan.

Penyebab Sariawan

Penyebab Sariawan

Faktor Penyebab Sariawan

Berikut ini ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab sariawan, antara lain :

Obat Kumur atau Pasta Gigi Sodium Lauryl Sulphate (SLS)

Menurut hasil penelitian, bahwa produk yang mengandung SLS yang menghasilkan busa yang banyak sering ditemukan pada produk pasta gigi dan obat kumur. Dengan penggunaan SLS pada produk tersebut maka dapat menyebabkan rongga mulut menjadi kering dan lebih mudah terhadap iritasi, sehingga akan meningkatkan resiko sariawan.

Trauma

Trauma dalam penyakit sariawan bukanlah yang berhubungan dengan faktor berkembangnya SAR, melainkan faktor pendukung atas terbentuknya SAR. Biasanya penyakit sariawan ini dapat terjadi akibat bibir yang tergigit ketika berbicara atau sedang mengunyah makanan, makanan atau minuman yang terlalu panas, akibat perawatan gigi dan atau karena sikat gigi.

Genetik

Penyebab sariawan dengan memiliki faktor genetik yang memiliki penyakit sariawan menjadi faktor yang berperan besar terhadap penderita SAR. Jika kedua orang tuanya menderita penyakit SAR maka kemungkinan besar anaknya juga akan terjangkit SAR. Selain itu anak tersebut juga berisiko mengalami SAR lebih parah dan terjangkit sejak masih muda.

Alergi dan Sensitifitas

Penyebab sariawan akibat alergi adalah suatu respon imun spesifik atau Hipersensitifitas terhadap suatu alergen tertentu yang tidak diinginkan oleh tubuh. sensitifitas pada jaringan mulut seseorang terhadap beberapa kandungan jenis bahan tertentu bisa menyebabkan penderita terjangkit SAR. Biasanya bahan-bahan tersebut dapat ditemukan di dalam pasta gigi, lipstrik, obat kumur, permen karet dan bahan lainnya.

Jika sudah melakukan kontak dengan beberapa jenis bahan-bahan yang sensitif tersebut, maka kemudian mukosa akan meradang. Setelah itu barulah gejala sariawan akan timbul yang disertai dengan rasa panas yang terkadang disertai rasa gatal, serta dapat berupa vesikel kecil, akan tetapi hanya bersifat sementara dan setalah itu akan pecah membentuk daerah erosi kecil ataupun ulser yang kemudian akan berkembang lagi menjadi  SAR.

Stress

Penyebab sariawan akibat stress merupakan suatu respon dari tubuh manusia yang berfungsi untuk menyesuaikan diri terhadap suatu perubahan yang terjadi pada lingkungan sekitar yang terjadi secara kontinu serta sangat berpengaruh terhadap fisik dan emosi orang tersebut. Stress dapat dinyatakan sebagai salah satu faktor penyebeb sariawan yang berperan secara tidak langsung terhadap ulser stomatitis rekuten tersebut.

Defisiensi  Nutrisi

umumnya dapat terjadi akibat dari kurangnya nutrisi yang di butuhkan oleh tubuh manusia, antara lain defisiensi zat besi, zink, asam folat, vitamin B1, B2, B6 dan B12. Sehingga dapat menyebabkan timbulnya sariawan.

Hormonal

Dalam segi faktor hormonal, biasanya kaum awanita lebih sering mengalami Sar pada masa Pra-Menstruasi. Dan biasanya wanita yang  menjelang menstruasi akan mengalami penurunan hormon estrogen dan progesteron secara tiba-tiba. Sehingga dengan terjadinya penurunan hormon estrogen tersebutlah yang dapat mengakibatkan terjadinya penurunan aliran darah, sehingga pada akhirnya suplai darah utama ke perifer ikut menurun.

Tentunya hal tersebutlah yang menyebabkan terjadinya gangguan pada keseimbangan sel termasuk sel yang berada di dalam rongga mulut manusia, ataupun melambatnya proses keratinisasi. Kemudian akibatnya, timbullah reaksi yang berlebihan pada jaringan mulut yang sangat rentan terhadap iritasi lokal sampai mudah terjadinya SAR.sedangkan pada hormon progesteron juga bisa dianggap sangat berperan untuk mengatur pergantian epitel mukosa mulut.

Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri merupakan faktor penyebab sariawan yang paling umum dan pemicu terjadinya sariawan. Sehingga kebersihan mulut harus selalu di jaga dengan baik, agar tidak terjadi infeksi bakteri pada mulut.

Penyakit Sistemik

Mungkin ada beberapa pasien yang mengalami kesulitan untuk menghilangkan dan mengatasi SAR yang timbul secara terus-menerus, sebaiknya anda mulai melakukan evaluasi serta melakukan pengujian oleh dokter untuk dapat mempertimbangkan keberadaan penyakit sistemik dalam tubuh anda. Berikut ini ada beberapa kondisi medis yang sering dikaitkan dengan keberadaan ulser di rongga mulut seperti penyakit disfungsi neurofil, penyakit HIV-AIDS, penyakit Behcet’s, penyakit gastrointestinal dan sindrom Sweet’s.

Selain itu penyebab sariawan adalah penggunaan obat-obatan seperti obat anti-inflamatori (NSAID), beta blocker, agen kemotrapi dan nicorandil yang kemungkinan dapat menyebabkan resiko terjangkit SAR.

Cara Pemesanan Obat Sariawan

Mengatasi Sariawan & Panas Dalam Serta Merevitalisasi Sel-Sel Tubuh Yang Rusak

Harga Obat Sariawan

Obat Sariawan Herbal Alami

Harga Obat Sariawan 1 botol = Rp.115.000,-/botol

Cara Pemesanan Obat Sariawan :

SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Super Green Plus Obat Sariawan, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )


>>> Kapsul Herbal Sariawan Untuk Mengatasi Sariawan Terus Menerus dan Panas Dalam, Klik Detail Disini!


This entry was posted in Sariawan and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *